Forum PITARUH (Forum Peduli Tata Alam & Rimbo Ulu Paninggahan) memandang bahwa Rimbo Ulu bukan sekadar kawasan hutan yang berada di wilayah hulu Nagari Paninggahan. Lebih dari itu, Rimbo Ulu merupakan bagian penting dari sistem kehidupan masyarakat yang selama ini berperan sebagai penyangga ekologis, penjaga tata air, pengendali erosi, habitat flora dan fauna, serta benteng alami yang membantu menjaga keseimbangan lingkungan kawasan hilir.
Keberadaan Rimbo Ulu tidak hanya memiliki nilai lingkungan, tetapi juga nilai sejarah, sosial, budaya, dan moral yang diwariskan oleh generasi terdahulu kepada generasi hari ini. Karena itu, setiap kebijakan maupun aktivitas yang berkaitan dengan kawasan Rimbo Ulu harus dipandang secara hati-hati, menyeluruh, dan mempertimbangkan dampaknya dalam jangka panjang.
Forum PITARUH menyadari bahwa kebutuhan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan hal yang penting. Namun kami juga meyakini bahwa pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Atas dasar itulah Forum PITARUH menyampaikan beberapa prinsip sikap yang menjadi landasan perjuangan forum dalam mengawal berbagai isu yang berkaitan dengan Rimbo Ulu Paninggahan.
PERTAMA,
Forum PITARUH tidak menuduh maupun menganggap bahwa setiap rencana pembangunan, peningkatan akses, atau pemanfaatan kawasan hulu merupakan bentuk eksploitasi hutan.
Kami memahami bahwa setiap gagasan pembangunan pada umumnya lahir dari keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, Forum PITARUH memandang bahwa setiap perubahan terhadap kawasan hulu tetap perlu dikaji secara terbuka, transparan, dan mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin muncul di masa mendatang.
KEDUA,
Forum PITARUH berpandangan bahwa perlindungan Rimbo Ulu tidak boleh hanya bergantung pada status kawasan, regulasi, atau kebijakan yang berlaku saat ini.
Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa kebijakan, regulasi, bahkan status kawasan dapat berubah seiring waktu. Karena itu, perlindungan Rimbo Ulu harus dibangun melalui kesadaran kolektif masyarakat, komitmen pemerintah, pengawasan publik, serta kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
KETIGA,
Forum PITARUH memandang bahwa keterbukaan akses menuju kawasan hutan merupakan salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian serius.
Berbagai pengalaman menunjukkan bahwa tekanan terhadap kawasan hutan sering kali meningkat seiring dengan semakin mudahnya akses menuju kawasan tersebut. Jalan tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membuka ruang bagi berbagai aktivitas lain yang dapat memberikan tekanan terhadap lingkungan apabila tidak dikendalikan secara baik.
Karena itu, Forum PITARUH memandang bahwa pembatasan akses kendaraan menuju kawasan Rimbo Ulu merupakan salah satu langkah preventif yang penting untuk menjaga keberlangsungan kawasan hutan. Namun demikian, pembatasan akses bukan satu-satunya solusi. Perlindungan Rimbo Ulu juga memerlukan penguatan pengawasan, regulasi, kesadaran masyarakat, dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.
KEEMPAT,
Forum PITARUH mendukung pembangunan yang memperhatikan keselamatan ekologis dan keberlanjutan lingkungan.
Kami tidak menolak pembangunan. Kami tidak menolak kemajuan. Kami tidak menolak peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun kami meyakini bahwa pembangunan harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan, risiko bencana, dampak sosial, serta keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.
KELIMA,
Forum PITARUH memandang bahwa nilai terbesar Rimbo Ulu tidak semata-mata terletak pada sumber daya yang dapat dimanfaatkan hari ini, tetapi juga pada fungsi ekologis yang selama ini menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Hutan yang tetap terjaga mungkin tidak selalu menghasilkan keuntungan ekonomi yang dapat dihitung secara langsung. Namun keberadaannya menjaga sumber air, mengurangi risiko bencana, melindungi lahan pertanian, menjaga keanekaragaman hayati, dan menopang kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.
Nilai-nilai tersebut sering kali baru disadari ketika mulai hilang.
KEENAM,
Forum PITARUH mengajak seluruh masyarakat, pemerintah, tokoh adat, perantau, akademisi, dan berbagai unsur lainnya untuk menjadikan Rimbo Ulu sebagai tanggung jawab bersama.
Perbedaan pandangan dalam menyikapi suatu kebijakan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun di atas semua perbedaan tersebut, kita memiliki kepentingan yang sama, yaitu memastikan bahwa Rimbo Ulu tetap memberikan manfaat bagi generasi hari ini tanpa mengurangi hak generasi yang akan datang.
Pada akhirnya, perjuangan menjaga Rimbo Ulu bukanlah perjuangan untuk menolak perubahan, melainkan upaya untuk memastikan bahwa setiap perubahan berjalan dengan penuh tanggung jawab.
Karena ketika hutan rusak, yang pertama menerima dampaknya adalah masyarakat sendiri.
Dan ketika kawasan hulu tetap terjaga, maka yang menikmati manfaatnya bukan hanya generasi hari ini, tetapi juga anak cucu kita di masa mendatang.
Rimbo tapaliharo, Nagari tajago.
Forum PITARUH
Forum Peduli Tata Alam & Rimbo Ulu Paninggahan
